Bupati Amar Tegaskan Maluk Tak Akan Jadi Kota Mati Pasca Tambang, Tingkat Pengangguran di KSB Sukses Ditekan di Angka 4,13 Persen

Bupati Amar Maluk Tak Akan Jadi Kota Mati Pasca Tambang, Pengangguran KSB 4,13%

Maluk, KOBARKSB.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan. Kali ini, kegiatan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat tersebut dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas, Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Selasa (3/3/2026).

Dalam momentum penuh keberkahan ini, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, membawa pesan optimisme yang kuat terkait masa depan ketenagakerjaan dan perekonomian daerah, sekaligus menepis kekhawatiran masyarakat terkait isu pasca-tambang.

Di hadapan warga dan tokoh masyarakat, Bupati secara tegas menyatakan bahwa meskipun area penggalian PT. Amman Mineral bergeser ke blok Elang Dodo Rinti, proses pengolahan konsentrat dipastikan akan tetap beroperasi di KSB. Ia menekankan bahwa fase pasca-tambang adalah masa reklamasi, bukan berarti matinya roda industri.

Didukung Google.org dan ASEAN Foundation, UNDOVA Bersama AMMAN Gembleng Dosen dan Mahasiswa Kuasai AI

“Pengalaman pembangunan smelter telah membuktikan dampak positif yang sangat besar bagi perputaran ekonomi dan serapan tenaga kerja. Maluk tidak akan menjadi kota mati,” tegas Bupati Amar.

Pernyataan orang nomor satu di KSB tersebut didukung oleh data kinerja daerah yang memuaskan. Saat ini, KSB tengah mengalami transformasi struktur ekonomi menuju daerah industri yang jauh lebih kuat dan berkelanjutan.

Meski pertumbuhan ekonomi secara umum pada tahun 2025 mengalami kontraksi sebesar 3,01 persen (setelah sebelumnya tumbuh pesat 12,01 persen di 2024), namun pertumbuhan ekonomi pada sektor non-tambang justru melonjak sangat signifikan hingga mencapai 105,8 persen. Hal ini dipicu oleh mulai beroperasinya industri pengolahan smelter yang menjadi motor penggerak ekonomi baru.

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Bupati KSB Tegaskan Kemajuan Tak Boleh Hanya Dinikmati Sebagian Pihak

Dampak positif transformasi ini juga terlihat pada indikator kesejahteraan masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KSB tercatat naik sebesar 0,94 poin, dari 75,52 pada tahun 2024 menjadi 76,46 pada tahun 2025.

Selain itu, kinerja sektor ketenagakerjaan KSB mampu melampaui capaian nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) KSB pada tahun 2025 sukses ditekan di angka 4,13 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata TPT nasional yang berada di angka 4,74 persen.

Selain memaparkan pencapaian daerah, Bupati Amar juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Maluk yang berhasil menjaga stabilitas keamanan di tengah keberagaman penduduknya.

“Terima kasih karena kita sudah bersama-sama menjaga Kecamatan Maluk ini. Meskipun beragam, kita tetap bersatu. Keberagaman justru menjadi penguat untuk terus menjaga kebersamaan,” ujarnya.

Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Safari Ramadan ini sebagai wadah mempererat silaturahmi, memperkuat komitmen menjaga persatuan, serta mendukung program pembangunan pemerintah menuju Sumbawa Barat Maju Luar Biasa yang adil dan merata.

Kegiatan Safari Ramadan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Hj. Hanipah, Sekretaris Daerah drh. Hairul, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, perwakilan PT. Amman Mineral, Kepala Kantor Kemenag KSB, Ketua Organisasi Wanita, Camat Maluk, para Kepala Desa se-Kecamatan Maluk, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (kdon)

Diwarnai Tangis Haru Orang Tua, 44 Putra-Putri Terbaik KSB Resmi Dikukuhkan Jadi Paskibraka 2026

About The Author

Trending

  • 85
    IPM KSB Berada di Angka 76,46, Kemiskinan Ekstrem Berhasil Ditekan ke 0,40%Taliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memaparkan perkembangan sejumlah indikator makro pembangunan daerah dalam Rapat Paripurna DPRD terkait penyampaian Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD KSB, Selasa (23/6/2026). Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa penyusunan arah kebijakan anggaran perubahan…
  • 84
    Tak Melulu Pantai! Bupati Amar Nurmansyah Kucurkan Rp 8 Miliar Sulap Sawah Brang Ene Jadi Ikon Wisata Baru KSBBrang Ene, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mengambil langkah berani untuk memeratakan perputaran ekonomi sektor pariwisata. Tidak lagi sekadar mengandalkan pesisir pantai, magnet wisata kini mulai digeser ke wilayah tengah melalui Program Pembangunan Destinasi Pariwisata Kerakyatan. Guna mematangkan rencana tersebut, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah turun…
  • 83
    Sumbawa Barat Krisis Kepemimpinan KronisTaliwang, KOBARKSB.com - Nihilnya respon Kepala Daerah serta politisi setempat atas sejumlah persoalan yang disuarakan beberapa elemen masyarakat akhir-akhir ini, dinilai telah menjerumuskan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada krisis kepemimpinan yang kronis. "Di kondisi KSB saat ini, kami melihat adanya krisis kepemimpinan yang semakin akut. Bayangkan saja, dengan segala persoalan…
  • 83
    2 Kali Berturut-turut, Kesenian Adat Sumbawa Barat Tampil Pada Puncak HUT RI di Istana NegaraJakarta, KOBARKSB.com - Ilustrasi musik dan kesenian adat tradisional Sumbawa yang ditampilkan Tim Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah memukau tamu negara yang melintas di gerbang utama istana pada puncak peringatan HUT RI Ke-78 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, (17/8). Ini merupakan kali kedua secara berturut-turut, Kabupaten Sumbawa Barat dipercaya menampilkan…
  • 82
    Sumbawa Barat Tak Punya Produk Unggulan, Fungsi BRIDA KSB DipertanyakanTaliwang, KOBARKSB.com - Sejak terbentuk hingga kini telah menginjak usia 19 tahun, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diketahui belum memiliki suatu produk pun yang diunggulkan untuk bisa mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. "Sungguh terlalu mas, masa hingga saat ini daerah kami belum punya satupun produk unggulan yang bisa kami banggakan di tanah…
  • 82
    Bupati KSB: Pertambangan Punya Andil Besar Untuk Pengangguran dan KemiskinanTaliwang, KOBARKSB.com - Menurut Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, bahwa dengan keberadaan industri pertambangan, sektor ini sangat berperan besar terhadap angka pengangguran dan kemiskinan di daerah. “Terkait dengan pengangguran, bahwa KSB sebagai daerah tambang terdapat banyak sekali pendatang. Dan dampak dari mutasi penduduk, banyak berimbas pada peningkatan kemiskinan,” kata…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×