Satu Gowes Sepeda Datangkan Sejuta Manfaat

Menu

Mode Gelap

SELA · 7 Des 2012

Satu Gowes Sepeda Datangkan Sejuta Manfaat


Bung Karno dan Fatmawati bersepeda Perbesar

Bung Karno dan Fatmawati bersepeda

Oleh: R.A. Hadwitia Dewi Pertiwi

Belakangan ini bersepeda menjadi kegiatan yang difavoritkan banyak orang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga orang kantoran mulai menggemari aktivitas yang satu ini. Lihat saja berbagai perkumpulan sepeda yang mulai marak di mana-mana. Biasanya acara bersepeda ria dilakukan di waktu senggang, seperti sore hari, atau saat libur. Bahkan tak sedikit pula yang menanggalkan kendaraan bermotornya dan memilih menggunakan sepeda sebagai alternatif untuk menuju ke sekolah atau tempat kerja.

Tapi tahukah Anda apa manfaat dari bersepeda? Di balik kesannya sebagai olahraga yang sederhana, ternyata bersepeda menyimpan banyak sekali dampak baik bagi tubuh kita. Bersepeda merupakan olahraga yang lebih ringan bila dibandingkan dengan berenang atau joging. Ini dikarenakan berat tubuh kita disangga oleh sadel sepeda. Bersepeda juga termasuk olahraga kardio yang paling baik, karena dapat dilakukan oleh orang-orang dengan keterbatasan, seperti obesitas, gangguan lutut, dan nyeri kaki.

Keuntungan pertama yang kita peroleh dari bersepeda adalah dapat membakar kalori. Olahraga sepeda dapat dijadikan salah satu cara untuk mengurangi berat badan. Dengan bersepeda kita sama saja membakar energi kita yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi, semisal coklat dan sedikit minuman beralkohol (sekitar 300 kalori) (NN, Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan. http://zonasepeda.com/artikel/manfaat-bersepeda-untuk-kesehatan.html.). Umumnya mengendarai sepeda dengan kecepatan rata-rata, kita dapat membakar sampai 450 kalori per jam. Bagi seorang wanita yang memiliki berat tubuh sekitar 60 kg, mengayuh dengan kecepatan 22 km/jam, bisa menghabiskan kurang lebih 488 kalori dalam waktu 60 menit.

Sebagai contoh, bila tempat tinggal kita berjarak 8 km dari tempat tujuan, maka setidaknya kita sudah berolahraga selama 20 menit. Lalu jika bersepeda dua kali seminggu, kita akan membakar 3.000 kalori ekstra dalam tubuh, yang berarti setengah kilogram dalam kurun waktu satu bulan. Atau kita bersepeda selama 15 menit, 5 – 6 kali dalam seminggu, kita dapat mengurangi berat badan sebesar 11 pound dalam satu tahun.

Manfaat selanjutnya adalah olahraga sepeda mampu mendorong energi. Sebuah studi di jurnal Psychotherapy and Psychosomatics menyebutkan bahwa bersepeda akan menaikkan level energi sebanyak 20 persen dan mengurangi kelelahan hingga 65 persen. Ini terjadi karena saat bersepeda otak akan mengeluarkan neurotransmitter dopamine, yang berhubungan dengan energi. Efeknya peredaran darah kita menjadi lancar dan tubuh pun akan terasa lebih segar.

Aktivitas bersepeda juga dapat menggerakkan segala aspek dalam tubuh kita. Mulai dari otot hingga organ-organ dalam tubuh. Biasanya, para pengayuh sepeda memiliki kaki yang kencang. Bagian otot-otot kaki akan bekerja semua untuk membantu mengayuh. Selain kaki, tubuh bagian atas juga ikut bekerja, karena menggenggam kuat besi pengendali akan terbentuk dengan sendirinya (Risa, 7 Alasan untuk Memulai Bersepeda. http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/7_alasan_untuk_memulai_bersepeda.). Lalu apabila mengayuh dengan posisi berdiri, kita akan melatih otot bagian tengah tubuh dan trisep. Seluruh badan, seperti otot tangan dan kaki pun akan bergerak, sehingga dapat mengurangi keluhan seperti nyeri punggung dan tulang, karena sendi-sendi menjadi terlatih.

Tak kalah pentingnya, jantung adalah organ utama yang mendapat manfaat dari bersepeda. Saat berpacu di atas sepeda, denyut jantung turut berpacu sesuai kayuhan, seperti dilansir oleh Womenshealth. Tingkat kolesterol dan tekanan darah dapat ditekan dengan berolahraga sepeda. Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22% (NN, Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan. http://zonasepeda.com/artikel/manfaat-bersepeda-untuk-kesehatan.html.). Maka risiko berbagai penyakit seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes pun dapat dicegah dengan bersepeda.

Tanpa disadari pula, aktivitas bersepeda juga dapat meningkatkan mood yang ada dalam diri kita. Tingkat ketegangan dan stres dapat dikurangi dengan bersepeda. Tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Memang bersepeda dapat menimbulkan rasa lelah dan lemah karena tubuh kita akan bekerja ekstra keras dari biasanya. Tapi itu terjadi pada awalnya saja. Seterusnya apabila kita melakukannya secara berkala, maka rasa bugar lah yang akan didapat. Apalagi jika kita bersepeda sambil memperhatikan lingkungan sekitar, serta bersosialisasi dengan alam, maka semangat positif pun akan timbul dengan sendirinya.

Namun, bersepeda ternyata juga mempertimbangkan beberapa faktor. Seperti persoalan usia. Sebenarnya aktivitas ini baik bagi segala umur. Hanya saja bagi orang dewasa di atas 50 tahun, atau wanita di atas 40 tahun tidak disarankan untuk melakukan olahraga bersepeda. Itu karena risiko cedera tulang sangat tinggi, mengingat tingkat keseimbangan manula yang telah turun dan kualitas tulang yang semakin berkurang. Di samping itu adalah masalah kesehatan. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun asma disarankan untuk berhati-hati. Ini dikarenakan bersepeda memicu pernafasan untuk bekerja lebih cepat, sehingga dikhawatirkan akan langsung berdampak pada penderita jantung dan asma tersebut. Ada baiknya untuk mengkonsultasikan kesehatan dengan dokter ahli sebelum kita mulai bersepeda.

Sebelum bersepeda sebaiknya lakukan dulu beberapa pemanasan kecil. Cooling down dengan otot paha dan betis sangat dianjurkan, karena saat bersepeda kedua otot itulah yang maksimal digunakan. Sebaliknya kontraksi otot perut menjadi berkurang. Perhatikan pula jarak panjang tungkai dengan tinggi sadel. Jangan sampai lutut terlalu menekuk maupun terlalu lurus ketika mengayuh. Pastikan lutut hanya tertekuk sedikit, yakni sekitar 25 derajat, saat sedang mengayuh ke atas. Jarak terbaik saat mengayuh, paling jauh sudut lutut kurang dari 180 derajat sehingga efisiensi gerakan lebih baik (Damayanti, Manfaat Berlipat Olahraga Keluarga (2). http://tabloidnova.net/Nova/Kesehatan/Kebugaran/Manfaat-Berlipat-Olahraga-Keluarga-2.).

Hal yang juga jangan dilupakan adalah keselamatan dalam berkendara. Pakailah helm dan pengaman (decker) agar terhindar dari cedera. Banyak pengendara sepeda yang tidak menganggap penting atribut-atribut dalam bersepeda. Namun sebenarnya semua itu merupakan sesuatu yang vital. Terlebih bila bersepeda di tengah jalan raya yang terdiri dari mobil dan kendaraan bermotor lainnya. Akan lebih aman bila kita melengkapi diri dengan berbagai pengaman dalam mengendarai sepeda.

Selain manfaat bagi kesehatan diri, kegiatan bersepeda juga berdampak terhadap aspek lingkungan. Apabila dilakukan secara rutin dan beramai-ramai, polusi udara pun akan terkurangi. Terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Tapi hal ini pun mengandung risiko, sebab kemungkinan terpapar polusi akan menjadi mudah bagi pengendara sepeda. Belum lagi risiko kecelakaan lalu lintas. Akan tetapi agaknya hal itu tidak perlu dipusingkan lagi. Menurut jurnal penelitian Environmental Health Perspective, yang dikeluarkan Universitas Utrecht, Belanda, tahun 2010 menyebutkan, manfaat yang diperoleh dari kegiatan bersepeda di kota-kota jauh lebih besar, apabila dibandingkan dengan risiko kecelakaan dan polusi yang didapat. Asalkan kita bersikap hati-hati dan mengindahkan peraturan lalu lintas, niscaya keselamatan diri pun akan tetap terjaga.

About The Author


Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Sinergi Pengelolaan Keuangan Negara dan Keuangan Daerah di Masa Pandemi Covid-19

21 Juni 2021 - 22:35

Sinergi Pengelolaan Keuangan Negara dan Keuangan Daerah di Masa Pandemi Covid-19 - Bupati Sumbawa Barat - Indonesia Visionary Leader - HW Musyafirin

Pendidikan Akhlak Sangat Penting Untuk Menghadapi Penetrasi Budaya Asing dan Perubahan Kebudayaan Dunia

8 Juni 2021 - 10:36

Pendidikan-Akhlak-Mendidik-Anak-Hormat-Pada-Orang-Tua

Strategi APBD KSB Menghadapi Peluang dan Tantangan Ekonomi Global

4 Juni 2021 - 16:04

Strategi APBD KSB Menghadapi Peluang dan Tantangan Ekonomi Global - Bupati Sumbawa Barat - HW Musyafirin Luar Biasa

Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid-19

25 Mei 2021 - 13:40

Peran-orang-tua-dalam-mendidik-anak

Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah yang Bersumber dari Penghasilan ASN Kabupaten Sumbawa Barat

20 Mei 2021 - 19:20

Nurdin-Rahman-SE

Penuntasan STBM di Kabupaten Sumbawa Barat Patut Ditiru

6 Mei 2021 - 21:33

Surya-Darmayadi
Trending di SELA
Don`t copy text!