Risiko Kesehatan Akibat Menikahi Sepupu

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Risiko-Kesehatan-Akibat-Menikahi-Sepupu

Risiko Kesehatan Akibat Menikahi Sepupu

“Menikah dengan sepupu bukanlah hal yang jarang terjadi. Beberapa negara menjadikan pernikahan dengan sepupu sebagai budaya untuk memperkuat ikatan keluarga. Namun, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menikah dengan sepupu, terutama dari segi kesehatan.”

Ada beberapa risiko yang mengintai anak dari pasangan suami-istri yang merupakan sepupu. Risiko ini bukan hanya terkait kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental anak. Hal itu terjadi karena adanya struktur genetik yang sama.

dr Allert Benedicto Ieuan Noya, dari Alodokter, menjelaskan, bahwa risiko kesehatan yang mengintai anak-anak dari pasangan yang menikah dengan sepupunya, adalah sebagai berikut:

1. Cacat Lahir

Meski dalam keluarga tidak ada kelainan genetik, menikah dengan sepupu dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan cacat bawaan. Risiko untuk melahirkan bayi dengan cacat bawaan pada pasangan yang menikah dengan sepupu lebih tinggi 2-3%, jika dibandingkan dengan pasangan menikah tanpa adanya ikatan keluarga.

2. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang menikah dengan sepupu lebih berisiko untuk melahirkan anak dengan kelainan genetik primary immunodeficiency (PID). Kelainan genetik ini dapat menyebabkan kecacatan pada sistem kekebalan tubuh, yang membuat anak lebih rentan untuk terkena infeksi dan penyakit autoimun.

3. Lahir Mati (stillbirth)

Selain risiko bayi lahir cacat, penelitian juga menunjukkan bahwa risiko bayi lahir mati pada pasangan yang menikah dengan sepupu dapat meningkat. Risiko ini bahkan bisa semakin meningkat jika seseorang menikah dengan sepupu pertama (anak dari saudara ayah atau ibu).

4. Gangguan Mental

Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, kesehatan mental anak dari pernikahan dengan sepupu juga rentan untuk mengalami gangguan. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir dari pernikahan dengan sepupu lebih berisiko mengalami gangguan mood dan psikosis. Psikosis merupakan gangguan mental yang membuat seseorang sulit untuk membedakan kenyataan dan imajinasi.

—–

Sementara itu, Bimas Islam Kemenag RI, dalam siaran persnya, menyampaikan, bahwa menurut hukum Islam, menikah dengan sepupu dibolehkan dan halal, karena sepupu bukan bagian dari orang yang haram dinikahi. 

Dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 50; Allah SWT berfirman: “Wahai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki dari apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.”

 Ulama fikih, terang Bimas Islam, membagi 3 jenis hukum nikah, ketika dikaitkan dengan siapa calon mempelai akan menikah. Pertama, hukum haram. Ini terjadi apabila menikahi seorang mahram, seperti ibu, adik kandung, anak perempuan, dan sebagainya. Kedua, hukum makruh. Ini terjadi bila menikah dengan famili yang sangat dekat seperti sepupu. Ketiga, hukum mubah. Ini terjadi bila menikah dengan famili jauh atau orang lain yang tidak memiliki hubungan keluarga.

Meskipun boleh dan halal menikah dengan sepupu, tambah Bimas Islam, namun ulama Syafiiyah menyarankan agar menghindari menikah dengan sepupu. Karena itu mereka menghukuminya makruh. Dalam kitab Alwasith dan Ihya’ Ulumiddin, Imam al-Ghazali mencantumkan perkataan Sayidina Umar: “Jangan kalian menikahi famili dekat karena akan menyebabkan lahir anak yang lemah.”

—–

Kendati demikian, keputusan untuk menikah dengan sepupu atau tidak, memang ada di tangan Anda. Namun dengan mengetahui adanya risiko tersebut, Anda dan pasangan dapat lebih mewaspadai risiko kesehatan apa saja yang mengintai anak Anda nantinya. *** – KOBARKSB.com

About Post Author

Don`t copy text!