fbpx
Pertamina Tawarkan Masyarakat Kerjasama SPBU Mini, Hanya dengan Modal Rp 250 Juta

Pertamina Tawarkan Masyarakat Kerjasama SPBU Mini, Hanya dengan Modal Rp 250 Juta

Jakarta, KOBAR – PT Pertamina (Persero) berencana akan membangun 10 ribu Pertashop alias SPBU mini pada tahun 2021. Dari target tersebut, sudah terbangun sebanyak 2.100 outlet hingga 23 Mei 2021.

Supaya kuota tersebut bisa dikejar hingga akhir tahun, Pertamina pun membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin menjadi mitranya.

“Saat ini masih menjadi tantangan untuk mencari mitra strategis, dan juga lokasi yang bisa dijangkau tangki kapasitas 5.000 dan 8.000 liter,” tutur Alfian Nasution, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Senin, (31/5).

Menteri BUMN Erick Thohir meresmikan Pertashop milik Pondok Pesantren Nurul Quran di Desa Surusunda Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.
Menteri BUMN, Erick Thohir, Meresmikan Pertashop Milik Pondok Pesantren Nurul Qur’an di Desa Surusunda, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Oleh karena itu, kata Alfian, perusahaan menyiapkan sejumlah kebijakan agar lebih banyak lagi yang tertarik bermitra dengan BUMN ini. Diantaranya, mendorong agar Kemenko Perekonomian memberikan skema KUR untuk calon mitra Pertashop.

Selain itu, juga termasuk upaya mendorong kemudahan perizinan terutama untuk izin mendirikan bangunan dan izin lingkungan.

Bagi yang tertarik, jelasnya, pertamina telah menyiapkan sejumlah kanal pendaftaran, yaitu, melalui website Kemitraan Pertamina, call center 135, dan akun media sosial perusahaan.

Kini masyarakat bisa membuat SPBU Mini sendiri dengan modal Rp 250 juta.
Kini Masyarakat Bisa Membuat SPBU Mini Sendiri dengan Modal Rp 250 juta

Alfian juga memberikan gambaran estimasi modal yang dibutuhkan untuk membangun satu outlet, yaitu, berkisar antara Rp 250 juta. Dengan rincian biaya Pertashop, serta pembelian produk Pertamax senilai Rp 20 juta (estimasi Rp 8.150 x 2.000 liter/hari plus biaya lain-lain).

“Dengan modal segitu, Pertamina memberikan tawaran keuntungan berupa Rp 850 per liter. Sehingga pengembalian modal diperkirakan bisa terjadi maksimal 5 tahun,” tandasnya.

Persyaratan Mitra Pertashop:

1. Memiliki legalitas usaha berbentuk Badan Usaha dan atau Badan Hukum (UD, CV, Koperasi, PT).

2. Memiliki kelengkapan dokumen legalitas berupa KTP, NPWP, Akta Perusahaan.

3. Memiliki atau menguasai lahan untuk pengoperasian Pertashop.

4. Mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa.

Kriteria Lokasi Pertashop:

1. Aksesibilitas Desa (akses mobil tangki, akses pengiriman modular).

2. Ketersediaan jaringan listrik.

3. Kecamatan yang belum ada lembaga penyalur.

4. Lokasi yang akan dibangun Pertashop memiliki potensi omzet yang baik secara keekonomian. ***

Don`t copy text!