fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Sekda Minta Guru Manfaatkan Teknologi Terkini

Abdul Azis: Guru Harus Lebih Canggih dari Murid

Taliwang, KOBAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Abdul Azis SH MH, meminta agar para guru dapat memanfaatkan teknologi terkini, seperti, untuk mencari bahan ajar bagi siswa didiknya, dan metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Pasalnya, dengan pemanfaatan tekhnologi, sedikit banyak akan berpengaruh terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di KSB.

“Saya berharap agar para guru jangan hanya mengandalkan materi-materi dari buku pembelajaran saja. Apa salahnya mengambil materi dengan cara melakukan browsing di internet. Apalagi saat ini teknologi juga mendukung dan sudah sangat canggih,” ungkapnya, saat membuka seminar Nasional “Literasi Produktif Berbasis Tekhnogi Informasi” dan Workshop “Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis TIK” yang digelar oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Cabang  Sumbawa Barat,  di Lantai III, Gedung Setda, belum lama ini.

Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini menuntut para guru harus mampu meng­gunakan tek­nologi dalam berbagai ke­giatan di sekolah dan seba­gai bahan laporan kepada atasan, dan kegunaan lain­nya. Metode pengajaran yang dilakukan hendaknya secara perlahan juga dirubah dengan memanfaatkan teknologi. Tidak melulu menggunakan pola lama seperti memberikan materi dengan cara mendikte bahan ajar.

“Dengan dukungan teknologi yang semakin canggih ini, saya rasa sudah bisa digunakan pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, intinya guru harus melek teknologi lah,” timpalnya.

Ia yakin jika para guru memanfaatkan teknologi yang ada, maka akan terjadi peningkatan kapasitas dan kualitas guru itu sendiri. Kenapa harus cerdas dan harus menguasi IT?. Karena profesi guru saat ini merupakan profesi yang harus dihargai secara profesional.

“Dengan kata lain, tugas guru merujuk pada pekerjaan profesional dan tentunya juga harus dilakukan secara profesional dan menguasai IT, serta mengintegrasikannya dalam pembelajaran, adalah diantara bentuk kompetensi profesional yang harus dimiliki guru,” cetusnya.

Sekda juga menghimbau agar para guru melakukan restorasi pemikiran dalam hal pendidikan. Salah satunya kepekaan dalam bidang ilmu pengetahuan untuk pengembangan materi pendidikan.

“Dalam hal ini para tenaga pendidik bisa memanfaatkan jaringan internet yang dibangun pemerintah. IT saat ini merupakan instrumen masa depan bagi generasi muda. Apalagi perkembangannya di kalangan siswa cukup tinggi dan guru harus dapat mengimbanginya,” imbuhnya.

Tugas seorang guru pada hakikatnya memang tidak hanya sekedar mengajar, mempertahankan cara-cara lama, kemudian enggan mengupgrade diri serta mengupdate ilmu dan informasi. Di zaman sekarang ini, figur guru bukan lagi seperti sosok “oemar bakri”, tapi guru harus lebih dari itu. Jika guru di zaman sekarang dimanjakan dengan berbagai tunjangan sertifikasi dan tunjangan kesejahteraan lainnya, maka sudah saatnya juga guru harus memanjakan dirinya dengan asupan ilmu pengetahuan, skill, serta penguasaan teknologi dan informasi atau bahasa sederhananya adalah para guru harus cerdas dan melek IT.

Di lain sisi, Sekda menegaskan, agar kepala sekolah dan para guru harus tetap melaksanakan tugas secara profesional. Selagi yang dilakukan benar dan tujuannya untuk melahirkan prestasi, Pemerintah Daerah tentu akan sepenuhnya mendukung.

“Jika ada persoalan terkait dunia pendidikan, sampaikan langsung melalui dinas terkait agar segera dicarikan solusinya. Ini penting agar pembangunan pendidikan di Sumbawa Barat semakin lebih baik,” cetusnya.

Sekda juga berharap pertemuan antara guru dan seminar tentang pendidikan ini harus terus dilaksanakan. Sehingga, persoalan yang menghambat pembangunan pendidikan bisa dipecahkan. Selain itu, hasil pertemuan itu juga diharapkan bisa dilaporkan ke pemerintah daerah agar dapat ditindak lanjuti.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Guru Indonesia (IGI) Cabang Sumbawa Barat, Apriany SPd, mengatakan, IGI sebagai wadah tempat berkumpulnya para guru, berkomitmen, setiap pribadi guru, didorong untuk memiliki inovasi masing-masing. Mulai dari cara penyampaian materi ke siswa hingga cara pengajaran yang disampaikan para guru hingga dapat dengan cepat dipahami siswa.

“Seminar dan Workshop ini digelar semata-mata untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk akan memafaatkan IT sebagai media pendukung,” katanya.

Dikatakannya, tugas pokok dari seorang guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengajak, melatih, menilai dan mengevaluasi anak didiknya mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan dasar dan menengah.

“Jadi tugas guru ini sangat berat dan tidak hanya sekedar mengajar,” tandasnya. (ktas/kjon)

Don`t copy text!