Direktur Masih ‘Digantung’, Pelayanan RSUD Terganggu

Direktur Masih ‘Digantung’, Pelayanan RSUD Terganggu

Hatta: Harus Segera Definitif!

Taliwang, KOBAR – Jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), hingga saat ini masih ‘digantung’. Pasca ditinggal dr. Hj. Dwidia Mertasari, kedudukan tersebut hanya dijabat oleh seorang pelaksana tugas (Plt).

Hal itu dikatakan anggota Komisi I DPRD Sumbawa Barat, Muhammad Hatta, hingga mendesak pemerintah setempat untuk segera menetapkan Direktur di RSUD itu.

“Pemda harus cepat mendefinitifkannya agar pelayanan publik di RSUD tersebut tidak terhambat dan terlambat dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Menurutnya, jabatan Direktur secara definitif tidak bisa dianggap remeh karena sangat penting dalam pelayanan RSUD. Apalagi RSUD merupakan instansi pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan pucuk pimpinannya adalah posisi penting untuk mengambil keputusan dalam  menjalankan kebijakan.

“Jadi mesti segera didefinitifkan Direkturnya agar kinerja dan pelayanan RSUD tidak terganggu,” ujarnya.

Menurutnya keputusan penetapan Dirut RSUD itu merupakan wewenang pemerintah daerah.

“Tidak masalah nanti siapa yang akan ditetapkan. Tapi yang pasti itu harus segera, karena Direktur RSUD definitif memiliki fungsi yang akan mengkoordinir segalanya, baik itu menyangkut pelayanan hingga fasilitas RSUD,” urainya.

Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan,  berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) pihaknya dengan  intansi terkait, dijumpai ada beberapa hambatan yang memang dihadapi pihak RSUD sehingga tidak dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Hambatan- hambatan itu antara lain kurangnya tenaga medis dan minimnya SDM yang tersedia. Termasuk juga status Direktur RSUD yang masih di Plt-kan, juga ikut menghambat perkembangan RSUD. (ktas)

Don`t copy text!