fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pemerintah Kelebihan Bayar, PT Trillion Didesak Kembalikan Uang Negara Rp 2,5 M

Taliwang, KOBAR – Inspektorat Kabupaten (Itkab) telah memberikan peringatan kepada PT Trillion, selaku kontraktor pelaksana pembangunan fasilitas Kemutar Telu Center (KTC), untuk segera melakukan pengembalian kelebihan pembayaran proyek pada tahun 2012 lalu, sebesar Rp 2,5 miliar,  melalui kas daerah.

Inspektur Itkab Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ir H Ady Mauluddin MSi, yang ditemui media ini dalam ruang kerjanya beberapa hari lalu mengakui bahwa batas waktu pengembalian Desember 2015 mendatang, namun dirinya sudah bertemu langsung dengan pihak perusahaan untuk mendesak, agar pembayaran pelunasan dapat dilakukan pada akhir September. “Saya berharap bisa lebih awal pengembaliannya,” ucapnya.

Disampaikan H Ady, sapaannya, harapan pembayaran dilakukan akhir September itu sendiri untuk menghindari kembali munculnya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang kerugian negara, “Kami harap pengembalian itu telah lunas sebelum BPK melakukan audit, sehingga tidak muncul tunggakan atau temuan nantinya,” harapnya lagi.

Dibeberkan H Ady, dalam pertemuan dengan pihak PT Trillion, bahwa permintaan untuk melunasi atau mengembalikan sisa pembayaran diakhir September akan direspon, hanya saja pihak perusahaan mengaku sedang melakukan proses penjualan terhadap asset milik perusahaan. “Katanya mereka akan mengembalikannya setelah asset yang mereka miliki di wilayah Depok laku terjual. Jadi saat ini, kami hanya menunggu proses itu, namun yang pasti sampai saat ini belum ada pembayarannya,” lanjutnya.

Kelebihan pembayaran proyek penataan kompleks KTC itu, jelas H Ady, merupakan temuan hasil pemeriksaan BPK tahun 2013. Proyek itu merupakan proyek tahun jamak yang berakhir tahun 2012 dengan total nilai Rp 72 miliar. Dari pemeriksaan yang dilakukan BPK ditemukan adanya kelebihan pembayaran dari volume pekerjaan yang telah dilaksanakan  kontraktor senilai Rp 2,5 miliar. Ketegasan itu sendiri juga untuk menjawab isu yang menyatakan nilai kelebihan pembayaran itu sebesar Rp 6 miliar.

“Yang benar kelebihannya senilai Rp 2,5 miliar. Sementara yang Rp 3,6 miliar merupakan jaminan pelaksanaan di bank. Jaminan pelaksanaan itu bermasalah karena ada sengketa antara pelaksana proyek dengan pihak penjamin,” jelasnya.

Terkait pengembalian kelebihan pembayaran itu, sambung H Ady, Inspektorat yang diberi kewenangan telah melakukan penagihan. Pihak Trillion sudah mencicil pengembalian tersebut dengan menyetor ke kas daerah. “Ada yang sudah dikembalikan dengan bukti Surat Tanda Setor (STS), namun sisanya masih cukup banyak,” tegasnya.

Jika sampai akhir september ini ternyata pengembalian belum rampung, H Ady menyatakan persoalan tersebut akan dibawa ke persidangan Majelis Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR), agar bisa diputuskan soal langkah lanjutan atas masalah itu. “Kita fokus pada pengembalian kelebihannya dulu, karena sudah jelas uang daerah yang masuk kesana. Kalau uang jaminan pelaksanaan yang sedang dipermasalahkan kontraktor dan penjamin itu tidak akan kemana-mana,” ungkapnya. (kimt)

Don`t copy text!